
Doa melihat Ka’bah menjadi salah satu hal yang ingin diketahui oleh umat Islam sebelum menunaikan ibadah umroh, terutama bagi jamaah yang baru pertama kali ke Tanah Suci. Melihat Baitullah secara langsung merupakan momen yang dinantikan dan dapat menghadirkan perasaan haru, bahagia, serta rasa syukur kepada Allah SWT.
Bagi jamaah umroh Pacitan yang sedang mempersiapkan keberangkatan, mempelajari doa saat melihat Ka’bah dapat menjadi salah satu bagian dari persiapan ibadah. Dengan mengetahui bacaan doa, asal-usulnya, serta adab ketika pertama kali memandang Baitullah, jamaah diharapkan dapat menjalani momen tersebut dengan lebih khusyuk dan penuh penghayatan.
Lantas, bagaimana bacaan doa melihat Ka’bah dan apa saja yang perlu diperhatikan saat pertama kali memandangnya? Berikut penjelasan yang dapat menjadi bekal bagi jamaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Bacaan Doa Melihat Ka’bah
Salah satu doa yang dapat diamalkan ketika melihat Ka’bah dicantumkan oleh Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Idhah fi Manasikil Hajji. Doa ini berisi permohonan agar Allah SWT menambahkan kemuliaan dan keagungan Baitullah serta kebaikan bagi orang yang menunaikan ibadah haji atau umroh.
Berikut bacaan doa melihat Ka’bah yang bisa dipelajari oleh jamaah umroh Pacitan sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Bacaan Arab:
اللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَمَهَابَةً، وَزِدْ مَنْ شَرَّفَهُ وَكَرَّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ أَوِ اعْتَمَرَهُ تَشْرِيفًا وَتَكْرِيمًا وَتَعْظِيمًا وَبِرًّا
Bacaan Latin:
Allahumma zid hadzal baita tasyriifan wa ta’zhiman wa takriiman wa mahaabatan, wa zid man syarrafahu wa karramahu mimman hajjahu awi’tamarahu tasyriifan wa takriiman wa ta’zhiman wa birran.
Artinya:
“Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kewibawaan pada Baitullah ini. Tambahkan pula kemuliaan, kehormatan, keagungan, dan kebaikan bagi orang-orang yang memuliakannya, yaitu mereka yang menunaikan ibadah haji atau umroh.”
Perlu diketahui, doa ini disebutkan dalam kitab karya Imam An-Nawawi, tetapi tidak berarti telah ditetapkan sebagai doa khusus dari Rasulullah SAW melalui hadis sahih. Jamaah boleh mengamalkannya tanpa menganggapnya sebagai bacaan wajib.
Apakah Ada Doa Khusus Saat Pertama Kali Melihat Ka’bah?
Tidak ada hadis sahih yang secara tegas menetapkan satu bacaan khusus dari Rasulullah SAW untuk momen pertama kali melihat Ka’bah. Karena itu, jamaah dapat membaca doa di atas maupun memanjatkan permohonan lain yang baik.
Momen tersebut dapat dimanfaatkan untuk memohon ampunan, kesehatan, keberkahan rezeki, dan kebaikan bagi keluarga. Jamaah juga tidak perlu merasa harus menghafalkan doa tertentu sebelum memasuki Masjidil Haram.
Doa Lain yang Bisa Dipanjatkan
Selain doa di atas, jamaah dapat membaca doa dari Al-Qur’an yang memohon kebaikan dunia dan akhirat.
Bacaan Arab:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Bacaan Latin:
Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil-aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban-naar.
Artinya:
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201)
Doa ini memiliki makna yang luas karena mencakup permohonan kebaikan dalam kehidupan dunia dan akhirat. Jamaah dapat membacanya saat beribadah di Masjidil Haram, termasuk ketika memiliki kesempatan untuk berdoa di sekitar Ka’bah.
Selain memohon kebaikan bagi diri sendiri, jamaah juga dapat mendoakan orang tua, pasangan, anak, keluarga, serta orang-orang yang telah menitipkan doa sebelum keberangkatan.
Adab Saat Pertama Kali Melihat Ka’bah
Ketika Ka’bah terlihat, perasaan haru terkadang membuat jamaah spontan berhenti atau ingin segera mengambil foto. Agar momen tersebut tetap terjaga dengan baik, ada beberapa adab yang dapat diperhatikan.
1. Memperbanyak dzikir dan doa
Gunakan kesempatan tersebut untuk mengingat Allah SWT dan memanjatkan doa. Tidak perlu terburu-buru menghafalkan banyak bacaan. Berdoalah dengan tenang dan pahami maknanya.
2. Menjaga ketenangan dan kekhusyukan
Perasaan bahagia atau haru merupakan hal yang wajar. Namun, usahakan tetap tenang dan tidak melakukan hal yang mengganggu kekhusyukan diri sendiri maupun jamaah lain.
3. Tidak menghalangi pergerakan jamaah
Masjidil Haram merupakan tempat ibadah yang ramai, terutama pada waktu-waktu tertentu. Hindari berhenti mendadak di jalur tawaf atau berkumpul di tempat yang menghambat pergerakan orang lain hanya untuk berdoa atau mengambil foto.
4. Mengikuti arahan pembimbing umroh
Bagi jamaah pemula, arahan pembimbing sangat membantu dalam memahami situasi di Masjidil Haram. Ikuti petunjuk rombongan dan utamakan keselamatan selama menjalankan rangkaian ibadah.
5. Tidak menganggap bacaan tertentu sebagai kewajiban tanpa dasar
Jamaah boleh mempelajari doa yang dikenal dalam kitab manasik. Namun, jangan sampai merasa ibadah tidak sempurna hanya karena belum menghafalkan bacaan tertentu saat pertama kali melihat Ka’bah.
Persiapan Sebelum Umroh dari Pacitan
Pengalaman beribadah di Tanah Suci akan lebih nyaman apabila dipersiapkan sejak sebelum keberangkatan. Bagi calon jamaah yang berencana mengikuti program umroh dari Pacitan, persiapan tidak hanya berkaitan dengan perlengkapan perjalanan, tetapi juga pemahaman mengenai tata cara ibadah.
Ada beberapa hal yang sebaiknya dipersiapkan:
- Mempelajari rangkaian ibadah umroh, mulai dari ihram, tawaf, sa’i, hingga tahallul.
- Mengikuti manasik umroh agar lebih memahami tata cara ibadah dan situasi yang akan dihadapi di Tanah Suci.
- Menjaga kondisi fisik dengan membiasakan aktivitas ringan, mengatur istirahat, dan mengikuti anjuran kesehatan sebelum berangkat.
- Menyiapkan perlengkapan penting, seperti dokumen perjalanan, pakaian ihram sesuai kebutuhan, alas kaki yang nyaman, serta obat-obatan pribadi jika diperlukan.
- Mempelajari doa-doa sehari-hari agar lebih mudah berdzikir dan berdoa selama perjalanan.
Jika ingin berangkat pada bulan Ramadhan, calon jamaah juga dapat mempelajari program Umroh Ramadhan 2027 dari Pacitan. Dengan persiapan yang matang, jamaah dapat lebih fokus menjalankan ibadah ketika tiba di Tanah Suci.
Baca Artikel: Umroh Ramadhan 2027 dari Pacitan
Al Marwah Umroh Pacitan, Teman Perjalanan Ibadah ke Tanah Suci
Persiapan umroh akan terasa lebih terarah ketika jamaah mendapatkan informasi program dan bimbingan yang jelas sebelum keberangkatan. Calon jamaah perlu memahami jadwal perjalanan, fasilitas, rangkaian manasik, serta ketentuan yang berlaku agar dapat merencanakan ibadah dengan lebih baik.
Al Marwah melayani calon jamaah yang ingin mencari informasi program umroh dari Pacitan. Sebelum menentukan pilihan, pastikan Anda mempelajari rincian paket dan menyesuaikannya dengan kebutuhan, kondisi fisik, serta anggaran perjalanan.
Berencana berangkat umroh dari Pacitan? Lihat pilihan Paket Umroh Pacitan Bersama Al Marwah dan temukan program yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Jika masih memiliki pertanyaan tentang jadwal keberangkatan, fasilitas paket, atau persiapan manasik, Anda juga dapat menghubungi tim Al Marwah melalui WhatsApp.
FAQ
1. Apa doa saat pertama kali melihat Ka’bah?
Salah satu bacaan yang dikenal dalam kitab manasik adalah doa yang dicantumkan Imam An-Nawawi dalam Al-Idhah fi Manasikil Hajji. Jamaah juga dapat membaca doa lain yang baik atau menyampaikan permohonan pribadi kepada Allah SWT.
2. Siapa yang menyebutkan doa melihat Ka’bah?
Salah satu bacaan tersebut dicantumkan oleh Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Idhah fi Manasikil Hajji. Pencantuman ini perlu dibedakan dari penetapan statusnya sebagai hadis sahih dari Rasulullah SAW.
3. Apakah doa melihat Ka’bah harus dihafalkan?
Tidak. Tidak ada satu bacaan khusus yang wajib dihafalkan untuk momen pertama kali melihat Ka’bah. Jamaah dapat berdoa dengan bacaan yang dipahami maknanya dan tidak perlu merasa khawatir apabila belum menghafalkan doa tertentu.
4. Bolehkah berdoa untuk keluarga saat melihat Ka’bah?
Boleh. Jamaah dapat memohon kebaikan untuk orang tua, pasangan, anak, keluarga, dan orang lain. Doa dapat disampaikan dengan bahasa yang dipahami selama berisi permohonan yang baik.
#AlhamdulillahSemuaBisaUmroh





