
Bagi masyarakat Pacitan yang berencana menunaikan ibadah umroh, memahami tata cara sai merupakan salah satu bekal penting sebelum berangkat ke Tanah Suci. Sayangnya, masih banyak jamaah yang belum memahami pelaksanaannya dengan benar, mulai dari salah menghitung putaran, memulai dari Bukit Marwah, hingga mengira sai dapat diganti apabila terlewat. Padahal, sai umroh merupakan salah satu rukun umroh yang wajib dilaksanakan sehingga tidak boleh ditinggalkan agar ibadah tetap sah. Oleh karena itu, mempelajari tata cara sai umroh sesuai sunnah menjadi bagian penting dalam persiapan manasik sebelum keberangkatan.
Apa Itu Sai dalam Ibadah Umroh?
Pengertian Sai
Sai adalah ibadah berjalan kaki sebanyak tujuh kali perjalanan antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah. Pelaksanaan sai dilakukan setelah jamaah menyelesaikan thawaf dan shalat sunnah thawaf.
Secara bahasa, sai berarti berusaha atau berjalan dengan sungguh-sungguh. Dalam pelaksanaannya, ibadah ini menjadi simbol perjuangan seorang hamba dalam mencari pertolongan Allah SWT sekaligus mengenang perjuangan Siti Hajar ketika mencari air untuk putranya, Nabi Ismail AS.
Mengapa Sai Menjadi Rukun Umroh?
Sai termasuk salah satu rukun umroh yang wajib dikerjakan. Apabila sai tidak dilaksanakan, maka ibadah umroh belum sempurna dan tidak sah hingga rukun tersebut ditunaikan.
Urutan pelaksanaan umroh secara umum adalah:
- Ihram dan niat umroh.
- Thawaf mengelilingi Ka’bah tujuh putaran.
- Sai antara Shafa dan Marwah tujuh putaran.
- Tahallul (memotong rambut).
Landasan Syariat Sai dalam Umroh
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah.”
(QS. Al-Baqarah: 158)
Ayat tersebut menjadi dasar bahwa sai merupakan syariat yang telah Allah tetapkan bagi orang yang melaksanakan haji maupun umroh.
Selain itu, Rasulullah ﷺ juga melaksanakan sai ketika berhaji dan berumroh serta memerintahkan umatnya mengikuti tata cara ibadah beliau.
“Ambillah dariku tata cara manasik kalian.”
(HR. Muslim)
Karena itu, setiap jamaah dianjurkan mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ ketika melaksanakan sai.
Bacaan dan Doa Saat Sai
Dzikir yang Dianjurkan
Ketika berada di Bukit Shafa dan Marwah, Rasulullah ﷺ membaca firman Allah:
إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ
Innaṣ-Ṣafā wal-Marwata min sya‘ā’irillāh.
Artinya: “Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah.”
Kemudian beliau mengucapkan:
أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ
Abda’u bimā bada’allāhu bih.
Artinya: “Aku memulai dengan apa yang Allah memulai dengannya.”
Setelah itu, jamaah menghadap kiblat sambil mengangkat kedua tangan, kemudian bertakbir, bertahlil, memuji Allah, dan memperbanyak doa. Rasulullah ﷺ juga membaca dzikir berikut:
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ، أَنْجَزَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ
Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah. Lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr. Lā ilāha illallāhu waḥdah, anjaza wa’dah, wa naṣara ‘abdah, wa hazamal-aḥzāba waḥdah.
Artinya:
“Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. Tiada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan segala puji. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan selain Allah semata. Dia telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan seluruh golongan musuh dengan sendirian.”
Dzikir tersebut kemudian diikuti dengan doa sesuai hajat masing-masing, lalu diulang sebanyak tiga kali sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ.
Apakah Ada Doa Khusus Saat Sai?
Tidak terdapat doa khusus yang diwajibkan pada setiap putaran sai. Jamaah bebas membaca:
- Dzikir.
- Tasbih.
- Tahmid.
- Takbir.
- Tahlil.
- Istighfar.
- Shalawat.
- Doa sesuai kebutuhan masing-masing.
Hal ini memberikan keleluasaan kepada jamaah untuk memperbanyak doa selama perjalanan antara Shafa dan Marwah.
Tata Cara Sai yang Benar Sesuai Sunnah
Memulai Sai dari Bukit Shafa
Sai selalu dimulai dari Bukit Shafa, bukan dari Marwah.
Saat tiba di Shafa, naiklah secukupnya hingga memungkinkan melihat arah Ka’bah apabila memungkinkan. Kemudian membaca dzikir yang dicontohkan Rasulullah ﷺ.
Menghadap Kiblat dan Berdoa
Di atas Bukit Shafa, jamaah menghadap kiblat kemudian:
- Bertakbir.
- Bertahlil.
- Memuji Allah.
- Mengangkat kedua tangan.
- Memperbanyak doa.
Amalan ini juga dilakukan ketika berada di Bukit Marwah.
Berjalan Menuju Bukit Marwah
Setelah selesai berdoa, jamaah berjalan menuju Bukit Marwah dengan tenang sambil memperbanyak dzikir dan doa.
Perjalanan dari Shafa menuju Marwah dihitung sebagai putaran pertama.
Lari Kecil di Antara Lampu Hijau bagi Laki-laki
Di sepanjang jalur sai terdapat tanda lampu hijau.
Bagi jamaah laki-laki disunnahkan berlari kecil di antara dua lampu hijau tersebut sebagai bentuk mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ.
Sementara itu, jamaah perempuan tetap berjalan biasa dan tidak dianjurkan berlari kecil.
Mengulang Hingga Tujuh Putaran
Perhitungan putaran sai adalah sebagai berikut:
- Shafa → Marwah = Putaran 1
- Marwah → Shafa = Putaran 2
- Shafa → Marwah = Putaran 3
- Marwah → Shafa = Putaran 4
- Shafa → Marwah = Putaran 5
- Marwah → Shafa = Putaran 6
- Shafa → Marwah = Putaran 7
Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah salah menghitung jumlah perjalanan. Oleh karena itu, jamaah disarankan fokus selama pelaksanaan sai agar tidak keliru.
Mengakhiri Sai di Bukit Marwah
Sai selesai ketika jamaah mencapai Bukit Marwah pada putaran ketujuh.
Setelah itu jamaah melanjutkan ibadah dengan tahallul, yaitu memotong rambut sebagai tanda berakhirnya rangkaian ibadah umroh.
Hikmah Melaksanakan Sai
Meneladani Perjuangan Siti Hajar
Sai mengingatkan setiap muslim tentang perjuangan luar biasa Siti Hajar yang tetap berikhtiar mencari air untuk Nabi Ismail AS meskipun berada di tengah padang pasir.
Atas kesabaran dan tawakal beliau, Allah SWT menghadirkan mukjizat berupa air Zamzam yang terus mengalir hingga saat ini.
Melatih Kesabaran dan Tawakal kepada Allah
Selain menjadi ibadah fisik, sai juga melatih jamaah agar:
- Bersungguh-sungguh dalam berusaha.
- Tidak mudah menyerah.
- Senantiasa bertawakal kepada Allah.
- Meyakini bahwa pertolongan Allah akan datang kepada hamba yang terus berikhtiar.
Nilai-nilai tersebut menjadi pelajaran berharga yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Persiapkan Ibadah Umroh Bersama Al Marwah Pacitan
Melaksanakan umroh bukan hanya membutuhkan kesiapan biaya, tetapi juga pemahaman mengenai setiap rangkaian manasik, termasuk tata cara sai umroh yang benar sesuai sunnah.
Al Marwah Pacitan memberikan pendampingan kepada jamaah mulai dari proses pendaftaran, manasik, pengurusan dokumen, hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Dengan bimbingan yang tepat, jamaah dapat melaksanakan setiap rukun umroh dengan lebih tenang, nyaman, dan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.
FAQ
Berapa kali putaran sai dalam umroh?
Sai dilakukan sebanyak tujuh putaran, dimulai dari Bukit Shafa dan berakhir di Bukit Marwah.
Sai dimulai dari Shafa atau Marwah?
Sai selalu dimulai dari Bukit Shafa kemudian menuju Bukit Marwah.
Bolehkah menggunakan kursi roda atau skuter saat sai?
Boleh. Bagi jamaah lanjut usia, sakit, atau mudah lelah, tersedia fasilitas kursi roda dan skuter matik resmi di area sa’i Masjidil Haram agar jamaah tetap dapat menyelesaikan ibadah dengan nyaman.
Apakah sai termasuk rukun umroh?
Ya. Sai merupakan salah satu rukun umroh sehingga wajib dilaksanakan dan tidak boleh ditinggalkan.
Apa bacaan ketika melaksanakan sai?
Tidak ada doa khusus yang diwajibkan pada setiap putaran. Jamaah dapat memperbanyak dzikir, doa, shalawat, istighfar, dan membaca Al-Qur’an sesuai kemampuan.
Apakah wanita berlari kecil saat sai?
Tidak. Lari kecil di antara lampu hijau hanya disunnahkan bagi jamaah laki-laki.
Bolehkah berhenti di tengah pelaksanaan sai?
Boleh apabila terdapat kebutuhan mendesak, seperti beristirahat atau menunaikan salat wajib. Setelah itu jamaah dapat melanjutkan sai dari titik terakhir yang telah dicapai.
Penutup
Memahami tata cara sai sebelum berangkat ke Tanah Suci akan membantu jamaah melaksanakan ibadah dengan lebih tenang dan sesuai tuntunan sunnah. Pastikan setiap rangkaian manasik dipelajari dengan baik agar ibadah umroh menjadi lebih sempurna.
Jika Anda sedang merencanakan keberangkatan, silakan lihat pilihan Paket Umroh Pacitan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan jadwal keberangkatan Anda.
Konsultasikan Rencana Umroh Anda Bersama Al Marwah Pacitan
Siapkan perjalanan ibadah Anda bersama Al Marwah Pacitan. Dapatkan pendampingan sejak pendaftaran, manasik, hingga pelaksanaan umroh agar ibadah lebih nyaman dan sesuai sunnah. Untuk mengenal lebih jauh mengenai profil perusahaan, layanan, dan berbagai informasi seputar ibadah umroh, Anda dapat mengunjungi website resmi Al Marwah Tour.
Apabila Anda ingin berkonsultasi langsung mengenai jadwal keberangkatan, biaya, maupun pilihan paket umroh, silakan hubungi tim Al Marwah Pacitan melalui WhatsApp berikut.





